"SI MUKA MANIS"sajak sang durja
"SI MUKA MANIS"
Kusadari ini takkan abadi
Aku harus meninggalkanmu jauh dari lubuk hati
Pergi menghilang bersama angin-angin malam
Dari kejauhan bintang-bintang pun melambaikan tangan
Selamat tinggal engkau yang manis
Canda dan rupamu telah menghantarkanku
Kala ini tak mungkin aku berbasa-basi
Bertutur merayu untuk menyertaiku
Usah menangis si muka manis
Kerut wajahmu merangkai waktu
Tak mungkin tabir selalu bertahtakan bibir
Mengarang bunga dibalik tipu
Jelang pagi malam pun merayu
Aku termangu disudut yang bisu
Tak sedikit sesal pun hinggap disayap-sayap harap
Sorot mata pun tak lagi sunyi senyap....
Aku pergi tak meninggalkan prasasti
Tak sepatah kata yang aku titipkan untukmu
Hanya gundukan bongkahan batu-batu
Jejak langkah tapak membisu....
Negeri semaka 03 12 2010
Kusadari ini takkan abadi
Aku harus meninggalkanmu jauh dari lubuk hati
Pergi menghilang bersama angin-angin malam
Dari kejauhan bintang-bintang pun melambaikan tangan
Selamat tinggal engkau yang manis
Canda dan rupamu telah menghantarkanku
Kala ini tak mungkin aku berbasa-basi
Bertutur merayu untuk menyertaiku
Usah menangis si muka manis
Kerut wajahmu merangkai waktu
Tak mungkin tabir selalu bertahtakan bibir
Mengarang bunga dibalik tipu
Jelang pagi malam pun merayu
Aku termangu disudut yang bisu
Tak sedikit sesal pun hinggap disayap-sayap harap
Sorot mata pun tak lagi sunyi senyap....
Aku pergi tak meninggalkan prasasti
Tak sepatah kata yang aku titipkan untukmu
Hanya gundukan bongkahan batu-batu
Jejak langkah tapak membisu....
Negeri semaka 03 12 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar