Laman

Selasa, 08 Oktober 2013

PUISI PUISI sang pengagum cinta

mungkin takdir
Semacca Andanant

mungkin ini takdir
ketika aku memilih diam dalam mengarungi syukur
pasrah dengan kehendak
karena meronta adalah bencana dan malapetaka
aku jenuh
bersenggama dengan waktu
bercinta dengan rasa dan paksa
tak ubah laksana patamorgana
percintaan antara Romi dan Juli dipadang semu
dengan pura-pura didepan sang maha raja
dengan segala kelembutan
bagai dedemit merayu malam
bagai rembulan kesiangan
yang selalu murung dibalik keceriaannya

05/10/2013


tak berharap
sajak Semacca Andanant


ku tak berharap purnama terbit ketika penanggalan baru sehari
atau bunga sakura jatuh sebelum musim gugur tiba
aku sadar waktu bukanlah milikku
apalagi ruang yang sangat sempit ini
aku tak banyak ber-asa
apalagi berfantasi
kepasrahanku diatas kehendak waktu
karena aku tak mau, mimpiku dirampas ilusi

05/10/2013


bukan baru
sajak Semacca Andanant


bukan baru kala ini
kegetiran melilit gairah hidupku
hampir saja napasku terhembus lepas bersama ragu dan pilu
yang meluluhlantakan sendi-sendi keimanan
tapi aku tak boleh lemah
apalagi sampai menyerah pasrah dalam kegalauan
hidup adalah perjuangan
sedang cinta napas kehidupan

05/10/2013


tiga hari tiga malam
sajak Semacca Andanant

tiga hari tiga malam
dalam sembilan tahun lamanya
cintamu bersemi diantara semak-semak waktu dan sendu
dan bertumbuh kembang disepanjang rawa bimbang dan ragu
aku pantas cemburu
apalagi dengan waktu yang begitu memanjakanmu

adalah aku...
yang selalu merajut angan disepanjang malam nan bisu
berharap dingin segera bertandang meninggalkan tubuh yang menggigil
tapi tidak
tubuh yang kerdil tetap menggigil
karena hangat mentari tak pernah kunjung tiba
selalu sembunyi dibalik kelembutan awan
hingga senja menyapa....

05/10/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar